Morning Coffee

Pagi adalah inspirasi

Step

Setiap Langkah Kecil adalah Progres Besar bagi Hidup

Night

Bintang-bintang hanyalah masa lalu

Miracle

Keajaiban muncul dari energi tersembunyi di setiap manusia

God

Tuhan selalu ada di setiap sudut tersembunyi dari jiwa manusia

Tampilkan postingan dengan label Filosofi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filosofi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Februari 2016

Sifat

Kopi pagi ini terasa nikmat di tengah pagi yang berangin di teras rumah...Sebuah obrolan dengan seorang sahabat di sebuah sudut warung kopi beberapa hari lalu tiba-tiba muncul dan tergelar begitu saja di meja kopi....Sahabat saya mengatakan sebuah kalimat yang terus terekam dalam otak saya : "Sifat buruk manusia disebabkan karena sesuatu yang terjadi dan kita dapatkan tidak sesuai dengan keinginan kita...Setelah itu muncul emosi, ego, sikap otoriter, iri, dengki, arogan, serakah, dan sifat-sifat buruk lain...."
Saya lalu meletakkan koran pagi ini dan teringat...semua kejadian yang diberitakan koran pagi ini semua bersumber dari sikap arogan, ego, emosi, serakah, dan semua sifat yang mengikuti keinginan badani dan bukan sejatining kita yang harusnya bisa mengekang semua sifat kotor itu, agar kita menjadi welas asih dan merangkul dengan niat dan budi pekerti baik. Belajar dari orang-orang yang welas asih, dan mengekang sifat manusiawi, saya hanya mendapatkan kesimpulan...mereka hidup tentram, diterima manusia di dunia dan menjadi sahabat Tuhan yang baik....Semua bisa dirembug...jika kita baik, tidak usah berteriak...Contohkan saja perilaku yang membuat tanah yang kita pijak menjadi dingin untuk ditempati semua manusia karena bumi ini bukan milik kita...kita hanya hidup bersama di atasnya...

Senin, 01 Februari 2016

Hidup Bukan Jalan Tol

Hidup tidak selalu mulus..Perlu cobaan agar hidup kita tidak monoton seperti jalan tol lurus yang membuat para pengendara bosan, ngantuk dan beresiko mengalami kecelakaan..

Rabu, 28 Oktober 2015

Memahami Merah Putih dari Ndog Abang (Telur Merah)

Ndog abang atau telur merah sering kita jumpai saat prosesi Grebeg Mulud, Syawal, maupun Besar. Telur merah biasanya dijual di pinggir-pinggir jalan pada saat berlangsungnya pasar malam Sekaten maupun pada saat prosesi Grebeg. Telur merah ditusuk kayu bambu dengan hiasan kertas minyak warna warni di atasnya. Dahulu pada saat menjelang Grebeg, kita dengan mudah menjumpai para penjual telur merah. Namun seiring bergulirnya modernisasi, penjual telur merah pun dapat dihitung dengan jari. Telur merah tidak hanya sekadar makanan camilan yang dijajakan untuk anak-anak. Telur merah ternyata memiliki simbol dan filosofi tinggi yang berkaitan dengan falsafah Jawa tentang kehidupan. Menurut KRT Jatiningrat atau biasa disapa Romo Tirun, budayawan keraton Yogyakarta, Telur merah memiliki makna tentang asal usul manusia. Telur merah terdiri dari bagian putih atau putihan dan cangkang yang diwarnai dengan warna merah. Putih adalah simbol laki-laki atau sperma, sedangkan cangkang merah berarti wanita atau lebih spesifiknya rahim wanita yang membungkus kuning telur atau calon bayi atau manusia baru. Merah dan putih ini dimaknai lebih dalam falsafah Jawa kuno yang dihubungkan dengan perilaku manusia. Jawa mengenal merah dan putih sebagi gula kelapa. Gula adalah gula aren yang juga berasal dari kelapa. Kelapa sendiri di Jawa merupakan buah yang istimewa. Selain karena kontur Nusantara sendiri yang sangat mudah menemukan buah kelapa, pelajaran tinggi tentang hidup dan menemukan siapa sejatinya Tuhan juga berasal dari buah kelapa. Kelapa mempunyai kulit bernama sabut, atau dalam bahasa Jawa disebut sepet yang berkonotasi dengan sipat atau sifat. Sifat merupakan bawaan lahiriah yang membentuk seorang manusia, seperti iri, dengki, marah, dan lain lain. Seorang manusia yang ingin sempurna dan mengenal Tuhan harus membuang sepet atau sipat, hingga bertemu dengan batok kelapa. Batok dikonotasikan dengan bathuk atau kening yang berisi logika. Seseorang yang ingin memahami sifat Tuhan, harus membuang logika setelah membuang sipat. Logika adalah suara batin yang kadang menyesatkan dan menggoda manusia dalam berbuat baik. Kadang logika manusia justru menutup niat untuk berbuat baik walaupun telah membuang sipat atau sifat manusiawinya. Maka untuk mengenal Tuhan lebih dekat, kita harus membuang batok sehingga menemukan daging kelapa yang berwarna putih. Daging inilah sejatinya jiwa manusia. Jiwa manusia selalu jujur sehingga digambarkan berwarna putih bersih seperti daging kelapa. Jiwa ini lah yang harus didalami seorang manusia yang ingin mengenal Tuhan, karena dalam daging kelapa atau jiwa manusia terdapat banyu degan atau air kelapa yang berupa air murni. Air ini merupakan air yang benar-benar steril dan bisa mengalahkan racun apapun. Air murni itulah Tuhan. Kita akan mencapai Tuhan saat kita bisa membuang sifat buruk manusiawi kita, membuang logika, dan terakhir menyelami jiwa murni dari daging buah kelapa yang berwarna Putih hingga menemui banyu degan yang luar biasa khasiatnya mampu mengalahkan racun apapun. Gula kelapa atau merah putih begitu memiliki makna tinggi dalam sejarah Jawa dan Nusantara. Bahkan kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara dan Jawa, yakni Majapahit, pun menggunakan gula kelapa atau merah putih sebagai panji-panji kebesaran yang berkibar kencang hingga dataran genting di Semenanjung Melayu. Negara besar penerusnya pun menggunakan panji panji gula kelapa atau merah putih sebagai bendera kebangsaan, yakni Indonesia. Namun sayang, saat ini tidak ada lagi yang memaknai gula kelapa atau merah putih secara dalam. Masyarakat sekarang memaknai merah putih sebagai darah dan tulang semata, akibat propaganda politis yang mengerdilkan ajaran Jawa kuno yang begitu tinggi. Orang hanya tahu merah putih, namun tidak paham apa dan darimana merah dan putih itu berasal. Indonesia tidak kebetulan saja dibentuk. Negara besar baru ini dibentuk karena takdir menjadi keturunan dan penerus Majapahit. Negara ini dibentuk dengan filosofi tinggi dari mulai bendera kebangsaan, lambang negara, hingga tanggal-tanggal bersejarahnya. Seperti juga Terbentuknya Amerika Serikat yang memiliki sejarah tersembunyi yang berhubungan dengan Free Mason, negara ini didirikan dalam puing kebesaran Jawa yang diwakili dalam simbol simbol negara. Telur merah atau ndog abang, adalah pengingat kita akan kebesaran merah dan putih, penyatuan laki-laki dan perempuan yang membentuk kehidupan baru, dan falfafah tinggi akan manusia dan ketuhanan. Setiap 3 kali dalam setahun, pada saat Grebeg, tanpa sengaja kita selalu diingatkan akan teori kejadian dan akal budi tinggi manusia yang disimbolkan dalam merah putih. Dahulu nenek moyang kita mengibaratkan, jika kita memakan ndog abang, makan secara simbolis kita akan "memakan" ajaran tingginya tentang ketuhanan dan perilaku baik, sehingga diharapkan, prosesi seperti Grebeg tidak hanya sekadar prosesi, namun juga sebuah ajaran yang dapat mengedukasi masyarakat tentang kehidupan dan ketuhanan. Sayang, ajaran tinggi itu pelan-pelan musnah ditelan modernisasi yang semakin hari semakin tidak terarah dan menyesatkan. Merah putih hanya dikibarkan, dan dihormati, namun tidak lagi dipahami....

Rabu, 07 Oktober 2015

Cinta Tumbuh bukan Di Pernikahan

Mencintai hingga menikah adalah merupakan ikrar untuk mencoba... Jangan dulu bilang anda begitu mencintainya saat anda ada di pelaminan... Pernikahan adalah kesepakatan untuk saling berpegangan tangan menantang hidup... Mencintai sesungguhnya adalah ketika anda dan dia tetap berpegangan tangan saat kerasnya hidup menerpa anda... Seperti kapal yang harus bertahan di tengah badai yang membuatnya terombang ambing... Satu persatu kesulitan menghantam, membuat anda dan pasangan anda harus saling menopang agar tidak tenggelam... Mencintai ada di sini.... Ketika anda merasa tim anda tidak solid tanpa ada dia.... Ketika keindahan itu tidak hanya berawal dari fisiknya yang menjadi alasan anda di awal untuk mencintainya... Ketika akhirnya keindahan yang lebih sejati muncul karena kebersamaan anda mengemudikan "kapal" yang anda kendarai... Itulah mengapa orang Jawa selalu berpesan..."Witing tresno jalaran seko kulino..." atau Cinta berawal dari kebiasaan.... Bukan karena kebiasaan bertemu, kebiasaan mengatakan kata cinta, kebiasaan bersama, dan kebiasaan kebiasaan lain... Namun kebiasaan yang dimaksud adalah kebiasaan bersama...sudah saling mengerti akibat kebiasaan menghadapi masalah bersama...dan kebiasaan saling melengkapi dalam setiap ujian yang diberikan Tuhan... Banyak pasangan yang gagal mengatasi dan membuktikan cinta yang anda selalu ucapkan atau bahkan anda ikrarkan di pernikahan karena tidak sanggup saling melengkapi, tidak mampu mengendalikan "kapal" dalam badai, dan tidak bisa menghadapi ujian hidup dengan saling menopang dengan kesadaran penuh bahwa semua adalah perjalanan yang harus dilalui... Akhirnya mereka memutuskan untuk berjalan sendiri sendiri.... Bagi saya mencintai itu baru dimulai saat permainan sepakbola sudah berjalan, bukan sebelum permainan di mulai atau peluit wasit baru saja ditiupkan... Bagaimana membongkar pertahanan dalam untuk mencapai sebuah kemenangan diperlukan saling pengertian yang tinggi antara seorang playmaker sekelas Xavi dengan penyerang sekaliber Luis Suarez. Playmaker harus tahu kemana striker bergerak agar dapat mengumpan, dan striker harus memahami pola pikir playmaker kemana playmaker tersebut akan mengumpan sehingga ia tahu kemana harus bergerak... Saat saling pengertian itu terbangun, maka sebuah tim akan menciptakan serangan-serangan berbahaya demi mencapai kemenangan... Maka sekali lagi...jangan merasa mencintai dahulu sebelum cinta itu dibuktikan di tengah kerasnya hidup yang kita lalui..... Cinta tumbuh bukan saat sebelum menikah, namun saat anda tahu, dia sangat berarti bagi anda untuk bertahan dalam mengatasi cobaan hidup.... Ikatan dua buah kayu atau bambu akan diuji kekuatannya bukan saat proses mengikat selesai, namun saat sudah di coba mengangkut beban.....

Minggu, 20 September 2015

Obrolan Menyongsong Tidur

Bijaksana itu ditempa...
Anda tidak akan menjadi bijak dalam posisi hidup mewah
Kebijaksanaan itu terserak diantara tumpukan urat-urat perjalanan hidup. Kebijaksanaan itu tidak tergeletak begitu saja di dalam lemari mewah dengan kunci-kunci baja.
Bijaksana itu ada saat anda merasakan kebahagiaan dalam kekurangan. Saya sendiri tidak yakin kata kebijaksanaan itu keluar dari gedung-gedung megah, dan orang-orang yang masih berpikir bahwa segala hal di dunia ini adalah haknya.
Kebijaksanaan ada karena perenungan dan penghayatan. Ia muncul dari sela buku usang dan obrolan menjemukan di sebuah sudut.
Ia hanya permulaan yang kuncinya kita dapatkan dari sepanjang perjalanan ini.
Kebijaksanaan adalah mula.
Ia yang bukan sebuah teori Kebijaksanaan adalah penerapan tanpa berpikir sombong dan takabur. Ia menunduk seperti padi. Ia panduan yang tidak pernah berhasil dibukukan.
Maka kebijaksanaan adalah cara pandang dan pola pikir.
Ia hanya bisa berjalan dengan sedikit bergumam...
"Iya...saya mengerti...."
"Saya yakin kebijaksanaan akan membawa saya ke jalan yang semakin jauh namun justru semakin bercahaya..."

Kamis, 09 Juli 2015

Ramadhan Suci Jangan Pergi

Aku berjalan di lorong Ramadhan
Penuh makna dalam sebuah penelusuran dan pencarian
Lorong itu tak panjang...
Tak lama lagi lorong itu akan berakhir
Lalu akan akan kembali menemukan hiruk pikuk jalan raya dan kembali tenggelam dalam godaan dunia
Lorong itu begitu syahdu dalam suasana yang tak tertandingi
Tak bisa kutebus dengan pakaian baru, hidangan berlimpah, atau kembalinya kebebasan dalam menghirup dunia
Allah aku masih rindu Ramadhan Mu..
Aku belum fitrah dan suci untuk meninggalkan lorong penuh kemuliaan ini
Aku seperti seorang anak kecil yang dilepas orang tuanya untuk memulai perantauan
Allah...aku benar-benar tak ingin Ramadhan selesai..

Sabtu, 20 Juni 2015

Emansipasi Keblinger

Hari kartini = emansipasi wanita
emansipasi wanita = duduk sama rendah berdiri sama tinggi..
Baru kemarin saya mendatang sebuah ekspedisi pengiriman di kawasan cebongan. Kantornya sangat sempit dan hanya ada 6 kursi, masing-masing 3 kursi berhadapan. satu sisi mepet meja loket, sisi lainnya mepet ke pintu keluar. Begitu sempitnya sampai2 kalau dipenuhi 4 orang saja kantor itu sudah sesak. Saat saya datang terdapat dua kartini sedang menunggu antrian. Satu kartini duduk di kursi tengah sisi kiri loket, sementara satu kartini lagi juga duduk di kursi tengah (diantara 3 kursi berjajar) di sisi kanan loket. Otomatis dua kursi di kanan kiri kedua kartini itu menjadi sempit dan mubazir krn tdk mungkin diduduki. Sebenernya kursi akan bisa bisa diduduki jika dua kartini itu mau bergeser ke dua kursi yang mepet ke loket atau pintu. Ketika saya datang saya merupakan antrian terakhir shg sbg manusia yang pernah sekolah, saya hrs menghormati antrian.Namun yg terjadi adalah saya tdk bisa duduk krn kedua kartini itu tdk mau bergeser tempat duduk walau melihat saya celingak celinguk kebingungan utk mencari tempat duduk. Bergeser aja tidak apalagi menawari duduk. Walhasil saya pun berdiri di depan loket sambil nunggu antrian, sementara dua kartini tsb asik bbm an dan satunya bengong nunggu antrian....
Hmmm saya jadi ingat bagaimana seorang pria, saat di dalam bus kota, akan dituduh tidak toleran jika tidak mempersilakan seorang wanita, yang tidak kebagian tempat duduk, utk duduk, Suatu hari teman saya yang adalah seorang kartini muda marah marah di depan saya. Sebabnya ia harus berdiri di dlm bus kota dari UGM sampai daerah mantrijeron, gara-gara beberapa pria di dalam bus tidak mau menawarkan tempat duduk kepadanya.Teman saya bilang jika pria-pria sekarang tidak toleran. Saya pun tertawa dan bilang....Kalau kalian para wanita ingin dianggap setara dg pria, lalu kenapa kalian harus mendiskriminasi perlakuan pria?lihat saja, toh jarang ada pria sehat yang ngomel karena harus berdiri di dalam bus, gara gara ada wanita yang tdk mau mempersilakan tempat duduknya untuk ditempati si pria to?haha...teman ssya pun tambah marah dan melotot kepada saya....
Menurut saya emansipasi yang disalah artikan menjadikan wanita menjadi egois...saya yakin keteladanan yang ditunjukkan kartini bukan pada emansipasinya, namun bagaimana wanita harus pandai dan cerdas. Saya tdk suka wanita yang lemah dan maunya dilayani...saya lebih suka wanita sesuai kodratnya, yakni gudang kasih sayang dan kelemah lembutan, namun tangguh seperti baja..lihatlah Cut Nyak Dien, Laksamana Malahayati, Nyi Ageng Serang, Tribhuwana Tunggadewi....Mereka adalah singa yang lemah lembut kepada "anak anaknya..."
Selamat hari Kartini...

Hard To Say Sorry.....

Maaf hanyalah 4 huruf yang membentuk sebuah kata...
Namun tidak hanya sesepele itu saja. Maaf adalah kata yang paling sulit dipahami oleh manusia dibanding kata lainnya. Saya yakin sesulit sulitnya orang mengucapkan kata maaf, namun lebih sulit bagi orang yang memberikan maaf. Untuk meminta maaf, orang hanya butuh keberanian....Namun perlu hati yang besar, pengorbanan, dan pemahaman yang luar biasa hebat bagi orang yang memberikan maaf. Orang perlu memahami serta meredakan ego dan emosi saat memberikan kata "maaf". Kadang orang yang meminta maaf, tidak mau mengerti mengapa seseorang lain di sana sulit memberi maaf. Saya yakin peminta maaf tidak menyadari betapa besar kerugian yang ditimbulkannya baik secara material maupun psikologis. Saya paham mengapa kata maaf adalah kata yang sulit...karena didalam 4 huruf dan sebuah kata itu terkandung makna besar di belakangnya yang mempengaruhi kehidupan seseorang. Tentunya tidak akan ada artinya jika meminta maaf atau memberi maaf hanya ucapan lisan belaka.. Orang harus mengerti, betapa besar hati seseorang yang memberikan maaf, dan betapa berani orang yang lahir dan batin meminta maaf.
Maaf adalah kata yang beratnya lebih berat dari benda terberat di alam semesta...Maaf juga kata yang dalamnya jauh lebih dalam dari samudera terdalam di muka bumi...itulah mengapa pemberi maaf selalu menjadi manusia yang kadarnya lebih mulia dari manusia manapun,..Tuhan pun menjanjikan surga bagi orang-orang pemaaf, karena pada dasarnya mereka telah sanggup mengabaikan ego, dan berkorban serta bersedia menanggung kerugian dari perbuatan orang lain yang meminta maaf kepadanya....
seperti kata erros SO7...."kau harus bisa berlapang dada........"
"Catatan sepi di pojok semesta...."

Rabu, 17 Juni 2015

Ruh Adalah Pengendali Badan

Sejatinya ruh adalah pengendali badan kita. Ruh tidak membutuhkan duniawi. Lapar dan haus adalah kebutuhan badan. Emosi, hasrat, dan ego adalah bisikan dari dalam logika yang menjadi racun bagi ruh.
Sejatinya ruh itu murni dan bersih. Namun karena kebutuhan badan dan bisikan nalar yang telah teracuni oleh keinginan, maka badan, yang sebenarnya hanyalah wadah bagi ruh kita menjalankan tugasnya di dunia, pun mulai mengambil alih sejatinya ruh. Ruh pun dikendalikan kebutuhan duniawi dan keinginan nalar yang teracuni, padahal bukan itu sebenarnya inti dari ruh. Akibatnya manusia yang bertindak adalah badannya dan bukan ruh. Jika dalam bahasa robotic, maka sebuah processor bertindak atas kemauannya sendiri, dan tidak lagi berjalan berdasarkan program yang ditanamkan kepadanya.
Maka, ruh harus dimurnikan, sehingga kita menjadi jujur dan mengendalikan badan kita yang sebenarnya hanyalah alat dan wadah yang harusnya berjalan sesuai program. Alat dan wadah memang butuh bahan bakar, namun pengendalinya tetap berada di tangan programmer. Sejatinya ruh adalah pengendali badan manusia, dan bukan sebaliknya.