Tetangga saya sepasang orang tua pensiunan PNS kantor gubernur DIY yang tinggal hanya berdua di rumah mereka, sebelah rumah saya persis, karena dua anak perempuannya sudah menikah dan tinggal di luar jawa...saya kasian dengan tetangga saya ini...bagaimana tidak kasian....di bulan ramadhan dan hari raya idul fitri tahun tahun lalu, mereka benar2 kesepian....di saat tetangga tetangga saya yang sudah berusia lanjut lainnya ramai dikunjungi putra putri dan sanak saudara serta warga sekitar, di rumah tetangga sebelah rumah saya ini, tidak ada satupun saudara dan warga sekitar. yang mau beranjangsana silaturahmi di rumahnya...saya melihat hidup mereka begitu sepi bahkan di hari istimewa. Roti kering yang terhidang di meja, yang menjadi "keharusan" di setiap Idul Fitri, tetap utuh tersegel, karena tidak ada satupun tamu yang berkunjung...
Penyebabnya sepele...di hari hari lain di luar ramadhan dan idul fitri, mereka tidak pernah mau bergaul di tengah masyarakat yang mayoritas adalah petani. alasannya adalah mereka menganggap warga tidak sederajad pola pikirnya dg mereka yang lama hidup di kota. Bahkan mereka memusuhi tetangga kanan kiri karena alasan sepele, walaupun kadang justru mereka yang sebenarnya bersalah namun tidak mau mengakui, tapi mereka justru tega memfitnah dan membenarkan diri sendiri. Saat kanan kirinya membangun rumah bertingkat karena lahan pekarangan yang sempit, mereka seperti kebakaran jenggot tidak mau dianggap "lebih miskin". Dengan menghalalkan segala cara mereka menunjukkan kepada warga kanan kirinya bahwa mereka bergelimang uang dengan membeli mobil dan benda benda mewah, bahkan ikut ikutan meningkat rumah, walaupun saya yakin, dengan luas rumah yang lama pun sebenarnya sudah cukup luas kalau hanya untuk mereka berdua. Tidak mau kalah intinya, Padahal warga sekitar tidak punya sedikitpun pikiran, meremehkan mereka walaupun rumah mereka sebelumnya paling kecil. Tidak jarang mereka dg egois menutup gang yg menjadi satu satunya jalan masuk ke komplek saat mengadakan acara kumpul2, tanpa seijin warga kanan kiri pengguna jalan. Saat ditanya, alasannya sudah ijin ketua RT. Padahal pengguna jalan tersebut adalah warga kanan kirinya, dan bukan ketua RT yang lokasi rumahnya justru
agak jauh. Sehari hari kerja mereka berkaraoke dengan suara seperti kaleng jatuh dari ketinggian. Mereka menganggap karaoke adalah simbol kekayaan, karena menurut pikiran mereka, orang orang kaya banyak yang hobinya karaoke. Mereka sengaja mengeraskan volume hingga hampir satu komplek mendengar suara "merdu" nya. Yang parah adalah karaoke dilakukan hingga adzan maghrib dikumandangkan. Saat waga yang beribadah merasa terganggu dan protes, sepasang tetangga saya ini justru menjelek jelekkan si pemrotes kepada warga lain dg alasan wong nyanyi nyanyi sendiri kok dilarang.
Mereka lupa saat dulu menikahkan anaknya, saat acara resepsinya kacau balau, karena ketidakmauan mereka mendengar usulan warga, warga yang oleh mereka difitnah bermacam macam, justru yang bahu membahu menyelamatkan muka keluarga ini di depan ratusan tamu undangan.
Belum lagi mereka konon juga menebar permusuhan dengan keluarga mereka sendiri dan bahkan orang tua dan mertuanya.........dan banyak lagi sikap yang membuat hari hari spesial menjadi sepi buat mereka.
Seharusnya saat orang tua orang tua lain berada di situasi hangat karena berkumpulnya keluarga dan sanak saudara, sahabat dan tetangga, rumah mereka dingin tanpa keceriaan dan kehangatan. Saya mengasihani mereka karena membayangkan kesepian itu mereka rasakan, saat orang tua lain memeluk anaknya dengan bahagia, dan menerima hormat sebagai orang tua, berupa sembah sungkem dari sanak keluarga dan warga lain yang lebih muda...Kesombongan, gila akan materi dan pikiran picik membuat mereka masih saja memikirkan duniawi di saat seharusnya mereka mendekatkan diri kepada Tuhan Sang Pencipta pemilik kehidupan, dan mengubah diri mereka menjadi bijak shg dpt menjadi panutan bagi orang orang yang umurnya lebih muda dari mereka. .
Kekayaan ternyata bukanlah materi...berapa banyak uang anda, dan berapa banyak harta anda...bukan karena itu anda menjadi dihormati orang lain...Kekayaan yang sebenarnya adalah kehangatan keluarga dan sahabat sahabat yang mencintai kita...anak anak yang selalu rindu pulang ke rumah di hari raya untuk sungkem dan memeluk kita, saat mereka telah sukses dan tersebar di seantero dunia...Saya hanya berdoa, jika diberi umur panjang, semoga saya termasuk orang yang "kaya harta" dan "kaya hati dan kebahagiaan" saat saya seusia tetangga saya tadi...








0 komentar:
Posting Komentar