Morning Coffee

Pagi adalah inspirasi

Step

Setiap Langkah Kecil adalah Progres Besar bagi Hidup

Night

Bintang-bintang hanyalah masa lalu

Miracle

Keajaiban muncul dari energi tersembunyi di setiap manusia

God

Tuhan selalu ada di setiap sudut tersembunyi dari jiwa manusia

Jumat, 29 Januari 2016

Mentari Pagi

Lihatlah sinar matahari pagi itu...
Begitu hangat, muda, dan menjanjikan..
Ia datang tanpa berkata, dan pergipun tanpa berkata
Ia menjadi sebuah tanda akan sudut merah dunia
Ia menjadi jaring bagi para nelayan
Ia menjadi bibit padi bagi para petani
Aku menyambutmu dan ingin membelai sinar hangatmu
Bersinarlah setinggi mungkin

Rabu, 20 Januari 2016

Tanah Dewi Sri

Kami adalah anak-anak Jawa..
Kami bersetubuh dengan hijau dan bayi-bayi air yang diturunkan Dewi Sri..

Burung-burung putih yang menemani ayah kami bertani adalah sahabat kami menegak secangkir kopi...

Gemerlap kehidupan kami adalah lampu-lampu yang dipancarkan ribuan kunang-kunang di setiap batang padi yang merunduk...

Ketika hujan berlalu, kami diberikan atraksi senyap para kabut yang datang senada dengan orkestra para katak yang gembira...

Dari taman loteng rumah kami,...Bayi bayi air menghalau matahari yang berselimut menuju peraduan senja...

Kami adalah anak-anak Jawa...

Kami hidup di tanah pusaka yang dijaga para Dewa....

Kamis, 14 Januari 2016

Baghdadi dan ISIS Mati Berdiri

Sebenarnya tulisan ini sudah diposting beberapa kawan di medsos....Tapi melihat fenomenanya, saya jadi gatal untuk tetap menuliskan walaupun repost....
Saya baru sadar, budaya kita mengolok2 diri sendiri ternyata akhirnya berguna juga ya menangkal serangan teror...Melihat teror Paris dan Jakarta bedanya besar banget. Saya melihat tayangan tv asing di Paris sampe hari ke 2 situasi masih terus mencekam...sementara di Jakarta, hari kedua ini ditandai dengan canda dan olok-olok kepada ISIS....hahaha....Serangan balik ini belum ditambah serangan dari "pasukan khusus" kita yang hanya ada satu di dunia lho...pasukan para alay.....
"ISIS?pa an?q gag tw tuu....ni orng b-aza nonky d' sarinah?"kata salah satunya...
Belum lagi saya lihat banyak kawan2 yang sudah update status dg beralih isu di medsos2...tidak lagi ttg bom jakarta...
Tanpa mengecilkan rasa duka kepada para korban...tapi bom ini seperti isu kecil yang hanya booming satu hari saja... Benar kata beberapa pengamat di televisi tadi..kita sudah biasa diintimidasi dan menertawakan kelakuan pejabat dan oknum2 bangsa kita yang kelakuannya sungguh konyol...sehingga yang tadinya dimaksudkan ISIS sbg teror ini justru menjadi "hiburan" yang lucu bagi bangsa ini...khususnya warga jakarta.
Insya Allah itu si Baghdadi mati berdiri di Suriah sana gara2 misinya jauh dari harapan.....
Apapun itu...turut sedih dan berbela sungkawa kepada para korban...
Dan walaupun kita tidak takut sama sekali (saya lebih suka menggunakan syok daripada takut sesuai kenyataan sebenarnya di lapangan), kita tetap harus waspada akan teror2 lanjutan..

Rabu, 13 Januari 2016

The Kind of You

Anda memang bijak. Kami hanya Kau minta untuk berbuat baik saja di dunia yang umurnya cukup pendek ini. Berbuat baik itu banyak ragamnya. Perintah itupun kami terjemahkan. Namun kami, manusia, tidaklah semua sama. Ibarat kami masuk ke universitas, walaupun kami lolos tes dg standard yang sudah sama, selanjutnya kami masih harus mempelajari hal berbeda. Dan kami manusia memiliki penalaran yang berbeda pula. Jika ada yang lulus dengan cumlaude, itu karena ia dapat memahami dengan baik apa yang diajarkan.

Berbuat baik tidak ada tutorialnya. Beberapa manusia mencoba menciptakan tutorial berbuat baik dengan nama agama. Masing masing punya cara sendiri untuk memaksa kami, manusia, belajar berbuat baik. Namun kebodohan manusia pulalah yang memperdebatkan tutorial tutorial tersebut, walaupun jika benar benar dicerna, arah tujuan tutorial itu sama dan sepaham. Agama hanya cara agar manusia terikat kontrak kepada salah satu tutorial supaya dalam belajar berbuat baik, manusia konsisten dengan kurikulum yang telah disediakan. Namun sayang, sekali lagi manusia justru mendebatkan hal yang tidak penting, doktrinasi bahwa si pembuat tutorial adalah yang paling benar, dan semua diluarnya adalah salah.

Tuhan...bagiku Kau Agung dan selalu baik...jauh lebih baik dari kami manusia...

Selasa, 12 Januari 2016

Pantry Itu...

Hari itu, saya kembali menginjakkan kaki di Tendean setelah bertahun bertualang di Jogja.. Tempat ini, bertahun lalu adalah sebuah ruang kosong luas. Kami bebas menentukan di mana kami akan bekerja, dan....tidur! Beberapa teman bahkan membawa peralatan tidur dari rumah dan digelar di atas karpet biru yang masih baru, lalu tertidur pulas di sudut-sudut ruang dengan meninggalkan bunyi dengkur yang hampir mirip seperti mesin yang lama tidak di service. Begitu senangnya di kantor waktu itu, karena suasana yang menyenangkan, teman teman yang hangat, dibalut dengan semangat membuat sesuatu yang baru dan berbeda, membuat suatu hari pimpinan harus melarang kami untuk tidur di kantor... Hahaha...saya rasa baru kali ini sebuah perusahaan melarang karyawannya tidur di kantor, dan mewajibkan pulang ke rumah...Mungkin di kantor lain justru sebaliknya, perusahaan harus membayar agar karyawannya bekerja lembur....
Di lantai 3 yang dahulu “biru” itu, saya pun menemukan sebuah sudut ruangan dimana jarang ada orang mau kesitu. Ruangan yang sebenarnya pantry itu begitu terpencil dan konon agak sedikit “horor”. Bahkan kawan-kawan office boy pun malas berlama-lama di sana. Waktu itu saya ditugaskan di Sportivo, sebuah program olahraga yang tayang setiap berita pagi jam 5. Otomatis kami harus menginap sesuai jadwal untuk melakukan editing dan mempersiapkan berita olahraga untuk sport pagi. Pojok itupun saya jadikan tempat untuk “bersembunyi” dan merokok bersama beberapa kawan Sportivo. Maklum...di lt 3 hampir semua ruangan tidak boleh untuk merokok. Satu-satunya tempat merokok adalah di “halaman belakang” Lt 3 dekat lift, dimana semua orang yang berlalu lalang di lift bisa melihat dan deru suara kipas AC besar yang mengganggu.
Karena kami sering merokok di pantry sambil melarikan diri sejenak dari pekerjaan, (walaupun sebenarnya tidak diperbolehkan merokok di situ), kawan-kawan Office Boy pun mulai sering melakukan aktifitas di situ, dari mulai membuatkan kami kopi sampai berjualan indomie rebus. Lama-kelamaan, tidak hanya anak-anak Sportivo yang nongkrong di situ, namun banyak kawan-kawan dari program lain pun ikutan “bersembunyi” di pantry itu sekadar untuk merokok, minum kopi, catur, dan beristirahat sejenak dari penatnya pekerjaan. Singkat cerita, lama-kelamaan, semakin banyak yang nongkrong di pantry dan hal itu justru memberikan dampak positif bagi kantor besar itu, untuk menguasai rating nasional. Hal itu dapat terjadi karena beberapa program dengan share rating tinggi berawal dari diskusi ide di pantry itu. Istimewanya, lama-lama tidak hanya kami para bawahan yang nongkrong dan bersembunyi di situ, namun juga beberapa pimpinan termasuk Kepala Divisi yang kebetulan ruangannya ada di sebelah pantry, sehingga ketika seseorang berjalan ke arah pantry, pasti melewati ruangan kepala divisi. Lebih istimewa lagi, para pimpinan kadang datang, hanya sekadar untuk merokok bersama, lalu berdiskusi sejenak tentang program. Dan benar, “otak” dan ide dari divisi pemberitaan Televisi besar itu, berawal dari pantry dan justru bukan dari ruang rapat yang formal. Dari pantry pojok, rating share nasional teratas pertama benar-benar tercapai.
Sayang, saat saya kembali datang ke Tendean bulan Juni lalu, pantry bersejarah itu telah hilang digusur paksa untuk sebuah ruangan baru yang diperuntukkan bagi sebuah televisi baru.
Saya yakin banyak kawan-kawan yang masih ingat dengan sudut kecil itu....duduk “ngelesot” dikarpet bersandarkan tembok, merokok, berdiskusi maupun sekadar berbincang biasa, menyantap Indomie, catur, atau bahkan hanya sekadar bersembunyi sebentar dari pekerjaan... Pasti, orang-orang baru yang datang ke lt 3 tidak ada yang paham lagi sejarah pantry itu, atau bahkah sekadar tau dimana letaknya. Namun saya ingat, pantry itu menjadi salah satu bagian sejarah yang membesarkan sebuah divisi pemberitaan, dari televisi bernama Trans TV, hingga sempat bertengger di rangking satu nasional untuk share dan rating program.....Dan dari situlah beberapa program legendaris lahir....dari jiwa-jiwa yang tadinya tidak mau diatur oleh sistem rapat yang kaku dan terpola....
Pantry kecil itu mungkin telah dilupakan....namun bagi beberapa orang yang tau darimana asal muasal lantai yang sekarang dihuni sebuah stasiun baru itu, saya yakin, pasti orang itu pernah merasakan masa masa keemasan tergabung dalam sebuah tim hebat, dan persahabatan yang membuat saya dan kawan-kawan enggan meninggalkan lantai 3 Tendean.....
Ya...pantry itu dahulu....
Sayang, saya tidak pernah sempat mengabadikannya sebelum lenyap.... Banyak sekali kenangan di sana....

Minggu, 10 Januari 2016

"Hak" Yang Hilang

Hari ini sebuah perkiraan rejeki lepas dari tanganku. Lalu sepanjang jalan akupun menyesali mengapa aku melalaikan sholat sehingga aku mengalami kesialan ini. Tiba-tiba Tuhan mendatangiku dan Berkata, "Bukan karena sholatmu..."
Aku pun menimpali, "Lalu karena apa?"...
Tuhan berkata lagi, "bukan karena sholatmu....
"Aku tidak paham Tuhan..." Jawabku
Sekali lagi Tuhan menjawab, "Bukan karena sholatmu..."
Aku pun berkata, "Engkau Yang Maha Tahu.."

"Semua karena kamu merasa rejeki itu adalah milikmu! Ingat...rejeki itu milik Ku!!
Aku hanya sedikit meminta tolong kepadamu untuk menyampaikan milik Ku itu kepada yang berhak..."
Terserah kepada Ku berapa yang ingin kutitipkan kepadamu..
Aku hanya percaya kepada orang-orang yang menyampaikan titipan Ku...Jika kamu belum menyampaikan, pastilah Aku tidak akan percaya meminta tolong kepadamu...."